Langit yang gelap
Seolah menandakan kemurkaan
Memaksa awan menangis
Membentuk butiran-butiran bening
Yang menari-nari diatas tanah
Manusia yang berlalu-lalang kini
menghentikan langkahnya
Burung-burung yang berkicau kini
berlari menuju sangkar
Ketakutan akan tangis sang awan
begitu deras menyerbu bumi,
Membuat yang hidup menjadi mati sesaat
Tangis yang tak seharusnya meluap
Kini meluap menjadi-jadi karena
bringasnya kehidupan
Serakahnya yang mati mengaku hidup
Takaburnya yang mati mengaku hidup
Menghancurkan harapan hidupnya
sendiri
Mati tetapi mengaku hidup
Tak kuasa tetapi mengaku sok
berkuasa
Tiada tetapi mengaku Ada
Berulah sesuka hati bersenang-senang
tanpa hirarki
Hingga menyakiti bumi yang tak
bersalah
Awanpun tak kuasa menahan tangis
Hingga ia teteskan butir-butir
bening menjadi bencana
Masih menyalahkan tuhan
Lagi-lagi takabur tak pernah
bersyukur
Itulah aku yang hina
Tidak ada komentar:
Posting Komentar