Selasa, 30 Mei 2017

Biru Udara

Jeda mengangkasa pikirku hasrat ingin bersmamu
Tuk kau sanding dalam lembaran suciNya
Pikirku langit biru nampak indah bila diiringi putihnya awan
Cerah mempesona biru udara menyeruak raga
Seperti rasa ini cerah biru udara

Rasa yang tak seperti pasang surut air laut
Rasa yang tak biasa ku rasakan mendekap qalbu berudara
Rasa yang terbendung dalam jiwa yang membuncah
Meski tanpa harap tiada pernah padam layaknya api terguyur air
Sepi menekan mendesak lurus pohonan tak bergerak

Usai ku sadar dari lamunku
Aku kembali berkaca pada dindig-dinding buta tanpa celah
Pantaskah aku kau sanding?
Semakin hati bergetar diperas kegelisahan
Aku hanyalah rajutan pecahan-pecahan kaca busuk
Yang tak sebanding dengan birunya langit mulia
Aahh rasanya aku tak pantas mengharapkan hatimu

Diamku tak berarti tak peduli, diamku menjagamu
Namun diujung pengharapan ini
Izinkan aku tuk menjaga rasa ini meski tanpa harus kau tau
Aku bersimpuh diri memohon pada Illahi Robbi
Tuk sampaikan salamku semoga keRidhoanNya slalu sertaimu

Rabu, 24 Mei 2017

Getaran Hati Romadhon



Tak mampu berkata selain butir-butir bening yang mengawali, tak mampu menggapaimu, tak mampu aku berdiri teguh tuk menikmati keberkahanmu berdiriku tertatih-tatih bahkan lumpuh mati tak bergerak
Kau memang begitu mulia hingga banyak orang menanti-nantimu namun nyatanya tak sadar aku menantimu dalam keadaan yang tidak lebih baik, sekedar menata hatipun aku tak mampu aku merasa sangat hina tuk menyambutmu yang begitu suci nan mulia
Wahai Ramadhan disinipun merindumu rindu yang diiringi tetes-tetes bening mengalir bagai gemertaknya hati membuncah diujung pengharapan tuk rajut setiap keeping kalbu yang utuh menata hati terbimbang terpendam merombak hati melangkah kaki menyambut Ramadhan Hadirmu bagai irama kalbu nan bersenandung melodi-melodi cinta atas kemurahan hati sang maha Pencipta
Denyut waktu terus melingkari hari denyut demi denyut kian berlalu dipenghujung harapan ini aku berhasrat ingin berjumpa denganmu melangkahkan kaki tuk segenap perbaiki hati dibulan keberkahan agar terantar untuk berhijrah, namun aku hina aku sangat hina karena sesungguhnya aku ini tiada tapi merasa sok ada. Aku ini sangat bodoh hingga aku menorehkan tinta tuk sekedar berkata-kata yang tiada makna kata-kata di dunia ini sudah luber banyak orang sibuk berkata-kata tanpa mau mendengar kata-kata. Bodoh dan bodohnya diriku ini hina betapa hinanya aku ini yang merasa sok ada sok AKU, Astaghfirullooh Ya Tuhan kami ampuni dosa-dosa kami dan pertemukanlah kami dgn bulan Ramadhan yang penuh keberkahan penuh RahmatMu.. Yaa Rosuul Tuntunlah kami jangan kau tinggalkan kami Yaa ghouts bimbinglah kami agar kami tidak terprosok dalam lembah kesesatan…sungguh betapa dhzolimnya diri ini..
Marhaban Yaa Ramadhan…saya atas nama Rina Agustina beserta keluarga memohon maaf lahir & batin kpd semua umat. Yaa Sayyidii Yaa Rosuulallooh…

By: Rina Agustina


Tak mampu berkata selain butir-butir bening yang mengawali, tak mampu menggapaimu, tak mampu aku berdiri teguh tuk menikmati keberkahanmu berdiriku tertatih-tatih bahkan lumpuh mati tak bergerak



Kau memang begitu mulia hingga banyak orang menanti-nantimu namun nyatanya tak sadar aku menantimu dalam keadaan yang tidak lebih baik, sekedar menata hatipun aku tak mampu aku merasa sangat hina tuk menyambutmu yang begitu suci nan mulia



Wahai Ramadhan disinipun merindumu rindu yang diiringi tetes-tetes bening mengalir bagai gemertaknya hati membuncah diujung pengharapan tuk rajut setiap keeping kalbu yang utuh menata hati terbimbang terpendam merombak hati melangkah kaki menyambut Ramadhan Hadirmu bagai irama kalbu nan bersenandung melodi-melodi cinta atas kemurahan hati sang maha Pencipta



Denyut waktu terus melingkari hari denyut demi denyut kian berlalu dipenghujung harapan ini aku berhasrat ingin berjumpa denganmu melangkahkan kaki tuk segenap perbaiki hati dibulan keberkahan agar terantar untuk berhijrah, namun aku hina aku sangat hina karena sesungguhnya aku ini tiada tapi merasa sok ada. Aku ini sangat bodoh hingga aku menorehkan tinta tuk sekedar berkata-kata yang tiada makna kata-kata di dunia ini sudah luber banyak orang sibuk berkata-kata tanpa mau mendengar kata-kata. Bodoh dan bodohnya diriku ini hina betapa hinanya aku ini yang merasa sok ada sok AKU, Astaghfirullooh Ya Tuhan kami ampuni dosa-dosa kami dan pertemukanlah kami dgn bulan Ramadhan yang penuh keberkahan penuh RahmatMu.. Yaa Rosuul Tuntunlah kami jangan kau tinggalkan kami Yaa ghouts bimbinglah kami agar kami tidak terprosok dalam lembah kesesatan…sungguh betapa dhzolimnya diri ini..



Marhaban Yaa Ramadhan…saya atas nama Rina Agustina beserta keluarga memohon maaf lahir & batin kpd semua umat. Yaa Sayyidii Yaa Rosuulallooh…

By: Rina Agustina