Kamis, 22 Februari 2018

Sudah Waktunya

Sudahkah Anda Bertindak???
Sudah tentu para para pembicara menyetujui bahwa tindakan adalah kunci sukses, tidak ada kesuksesan tanpa tindakan. Bertindak perlu kita lakukan untuk menuju sukses, tindakan merupakan bumbu dan resep menuju kesuksesan seseorang.
Tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan bukanlah tindakan yang asal tindakan tetapi tindakan dengan cara yang benar dan penuh determinasi, tindakan yang akan membawa kita sukses adalah tindakan dengan kualitas dan kuantitas tinggi sehingga dengan demikian akan mendorong energi positif pada diri seseorang untuk mencapai tujuannya. Bagi seorang muslim sudah tentu tujuan hidupnya adalah beribadah kepada sang kholik Alloh SWT, Ibadah ini luas maknanya yang penulis khususkan disini adalah ibadah dalam sebuah perjuangan agama terlebih kepada para pejuang wahidiyah.
Berfikir Positif???
Tinggalkan hal ini. Kenapa? Berfikir positif memang perlu dan penting untuk diterapkan namun kenapa harus ditinggalkan? Jika anda terus-terusan berfikir sekalipun itu pemikiran yang positif namun hanya diam di tempat tanpa realisasi tindakan positif  maka anda tidak akan menemui sukses, seperti halnya banyak orang yang sudah mengetahui dan sadar untuk bertindak namun berapa jumlah dari mereka yang benar-benar bertindak untuk mencapai tujuannya? sadar untuk bertindak saja belum cukup, khususnya sebagai orang muslim telah diperintah untuk menyeru kepada kebaikan sebagaimana firman Alloh SWT:
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru menuju Allah, mengerjakan amal yang shalih dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. [Fushshilat:33].
sudah dijelaskan dalam Al- Qur’an seruan untuk mengajak kepada kebaikan, bagi kita yang mengaku sebagai seorang pengamal sholawat wahidiyah sudah tentu sadar bahwa wahidiyah adalah jalan menuju kebaikan harus diperjuangkan disyiarkan kepada seluruh umat sadar bahwa harus bertindak tetapi tidak tahu bagaimana caranya untuk bertindak, bagaimana untuk mengawalinya???
Win winnya adalah bagaimana anda mengelola pikiran anda, Bill Gates salah satu contoh orang yang memiliki determinasi, apa penyebabnya? Sebab dia juga mampu mengelola pikirannya sehingga membuat dia mampu bertindak dengan determinasi.
Jadi rahasianya ada di pikiran Anda. Jika Anda belum bertindak, berarti ada masalah dalam pikiran anda lalu bagaimana cara mengelola pikiran? yaitu mengubah pikiran jika masih negatif perkuatlah pikiran positif, dan pertahankan pikiran positif itu serta doronglah pikiran positif dengan antusias kegembiraan yang tinggi sehingga kata loyo dihapuskan dari kehidupan anda yang pada akhirnya akan menjadi buah berupa tindakan penuh determinasi. Saatnya pemuda wahidiyah bangkit dari lamunan pikiran, sudah waktunya bertindak bukan lagi jamannya menghayal, mari sama-sama bertindak untuk perjuangan wahidiyah dimanapun berada dan kapanpun waktunya, wahidiyah bukan sesuatu yang buruk dan bukan sesuatu yang asing buktikan pada seluruh dunia wahai pemuda wahidiyah mari terus berjuang bertindak sesuai tuntunan dan bimbingan mualif RA. Salam hangat Fafirruuilallooh warosulihi saw, semoga senantiasa kita slalu dalam RidhoNya.


Selasa, 30 Mei 2017

Biru Udara

Jeda mengangkasa pikirku hasrat ingin bersmamu
Tuk kau sanding dalam lembaran suciNya
Pikirku langit biru nampak indah bila diiringi putihnya awan
Cerah mempesona biru udara menyeruak raga
Seperti rasa ini cerah biru udara

Rasa yang tak seperti pasang surut air laut
Rasa yang tak biasa ku rasakan mendekap qalbu berudara
Rasa yang terbendung dalam jiwa yang membuncah
Meski tanpa harap tiada pernah padam layaknya api terguyur air
Sepi menekan mendesak lurus pohonan tak bergerak

Usai ku sadar dari lamunku
Aku kembali berkaca pada dindig-dinding buta tanpa celah
Pantaskah aku kau sanding?
Semakin hati bergetar diperas kegelisahan
Aku hanyalah rajutan pecahan-pecahan kaca busuk
Yang tak sebanding dengan birunya langit mulia
Aahh rasanya aku tak pantas mengharapkan hatimu

Diamku tak berarti tak peduli, diamku menjagamu
Namun diujung pengharapan ini
Izinkan aku tuk menjaga rasa ini meski tanpa harus kau tau
Aku bersimpuh diri memohon pada Illahi Robbi
Tuk sampaikan salamku semoga keRidhoanNya slalu sertaimu

Rabu, 24 Mei 2017

Getaran Hati Romadhon



Tak mampu berkata selain butir-butir bening yang mengawali, tak mampu menggapaimu, tak mampu aku berdiri teguh tuk menikmati keberkahanmu berdiriku tertatih-tatih bahkan lumpuh mati tak bergerak
Kau memang begitu mulia hingga banyak orang menanti-nantimu namun nyatanya tak sadar aku menantimu dalam keadaan yang tidak lebih baik, sekedar menata hatipun aku tak mampu aku merasa sangat hina tuk menyambutmu yang begitu suci nan mulia
Wahai Ramadhan disinipun merindumu rindu yang diiringi tetes-tetes bening mengalir bagai gemertaknya hati membuncah diujung pengharapan tuk rajut setiap keeping kalbu yang utuh menata hati terbimbang terpendam merombak hati melangkah kaki menyambut Ramadhan Hadirmu bagai irama kalbu nan bersenandung melodi-melodi cinta atas kemurahan hati sang maha Pencipta
Denyut waktu terus melingkari hari denyut demi denyut kian berlalu dipenghujung harapan ini aku berhasrat ingin berjumpa denganmu melangkahkan kaki tuk segenap perbaiki hati dibulan keberkahan agar terantar untuk berhijrah, namun aku hina aku sangat hina karena sesungguhnya aku ini tiada tapi merasa sok ada. Aku ini sangat bodoh hingga aku menorehkan tinta tuk sekedar berkata-kata yang tiada makna kata-kata di dunia ini sudah luber banyak orang sibuk berkata-kata tanpa mau mendengar kata-kata. Bodoh dan bodohnya diriku ini hina betapa hinanya aku ini yang merasa sok ada sok AKU, Astaghfirullooh Ya Tuhan kami ampuni dosa-dosa kami dan pertemukanlah kami dgn bulan Ramadhan yang penuh keberkahan penuh RahmatMu.. Yaa Rosuul Tuntunlah kami jangan kau tinggalkan kami Yaa ghouts bimbinglah kami agar kami tidak terprosok dalam lembah kesesatan…sungguh betapa dhzolimnya diri ini..
Marhaban Yaa Ramadhan…saya atas nama Rina Agustina beserta keluarga memohon maaf lahir & batin kpd semua umat. Yaa Sayyidii Yaa Rosuulallooh…

By: Rina Agustina


Tak mampu berkata selain butir-butir bening yang mengawali, tak mampu menggapaimu, tak mampu aku berdiri teguh tuk menikmati keberkahanmu berdiriku tertatih-tatih bahkan lumpuh mati tak bergerak



Kau memang begitu mulia hingga banyak orang menanti-nantimu namun nyatanya tak sadar aku menantimu dalam keadaan yang tidak lebih baik, sekedar menata hatipun aku tak mampu aku merasa sangat hina tuk menyambutmu yang begitu suci nan mulia



Wahai Ramadhan disinipun merindumu rindu yang diiringi tetes-tetes bening mengalir bagai gemertaknya hati membuncah diujung pengharapan tuk rajut setiap keeping kalbu yang utuh menata hati terbimbang terpendam merombak hati melangkah kaki menyambut Ramadhan Hadirmu bagai irama kalbu nan bersenandung melodi-melodi cinta atas kemurahan hati sang maha Pencipta



Denyut waktu terus melingkari hari denyut demi denyut kian berlalu dipenghujung harapan ini aku berhasrat ingin berjumpa denganmu melangkahkan kaki tuk segenap perbaiki hati dibulan keberkahan agar terantar untuk berhijrah, namun aku hina aku sangat hina karena sesungguhnya aku ini tiada tapi merasa sok ada. Aku ini sangat bodoh hingga aku menorehkan tinta tuk sekedar berkata-kata yang tiada makna kata-kata di dunia ini sudah luber banyak orang sibuk berkata-kata tanpa mau mendengar kata-kata. Bodoh dan bodohnya diriku ini hina betapa hinanya aku ini yang merasa sok ada sok AKU, Astaghfirullooh Ya Tuhan kami ampuni dosa-dosa kami dan pertemukanlah kami dgn bulan Ramadhan yang penuh keberkahan penuh RahmatMu.. Yaa Rosuul Tuntunlah kami jangan kau tinggalkan kami Yaa ghouts bimbinglah kami agar kami tidak terprosok dalam lembah kesesatan…sungguh betapa dhzolimnya diri ini..



Marhaban Yaa Ramadhan…saya atas nama Rina Agustina beserta keluarga memohon maaf lahir & batin kpd semua umat. Yaa Sayyidii Yaa Rosuulallooh…

By: Rina Agustina

Senin, 01 Agustus 2016

Salam Rindu




Nyiur angin dipagi hari...
Bercakap-cakap dengan mentari
Mereka berbicara seolah dengan jiwa yang dalam
Hingga akupun terbangun dari mimpiku
            Saat aku membuka mata
            Aku lalu mencari-cari dimana angin dan mentari
            Yang tadi sedang bercakap-cakap
Ku perhatikan sekelilingku tiada kutemukan mereka
Namun gelpa yang kulihat
Nyiur angin di pagi hari...
Aku termenung sejenak dengan jiwa yang membuncah
Tiba-tiba aku terlelap dalam lamunan
Sesosok pria dengan baju putih bersinar sangat memukau
Tersenyum menghadapku...
            Namun saat aku hendak berdiri mendekatinya
            Pria itu menghilang entah kemana
Dan ku dengar Nyiur angin berirama kicau burung
Seolah berbisik bahwa aku baru saja sadar dari tidurku