Rabu, 24 Mei 2017



Tak mampu berkata selain butir-butir bening yang mengawali, tak mampu menggapaimu, tak mampu aku berdiri teguh tuk menikmati keberkahanmu berdiriku tertatih-tatih bahkan lumpuh mati tak bergerak



Kau memang begitu mulia hingga banyak orang menanti-nantimu namun nyatanya tak sadar aku menantimu dalam keadaan yang tidak lebih baik, sekedar menata hatipun aku tak mampu aku merasa sangat hina tuk menyambutmu yang begitu suci nan mulia



Wahai Ramadhan disinipun merindumu rindu yang diiringi tetes-tetes bening mengalir bagai gemertaknya hati membuncah diujung pengharapan tuk rajut setiap keeping kalbu yang utuh menata hati terbimbang terpendam merombak hati melangkah kaki menyambut Ramadhan Hadirmu bagai irama kalbu nan bersenandung melodi-melodi cinta atas kemurahan hati sang maha Pencipta



Denyut waktu terus melingkari hari denyut demi denyut kian berlalu dipenghujung harapan ini aku berhasrat ingin berjumpa denganmu melangkahkan kaki tuk segenap perbaiki hati dibulan keberkahan agar terantar untuk berhijrah, namun aku hina aku sangat hina karena sesungguhnya aku ini tiada tapi merasa sok ada. Aku ini sangat bodoh hingga aku menorehkan tinta tuk sekedar berkata-kata yang tiada makna kata-kata di dunia ini sudah luber banyak orang sibuk berkata-kata tanpa mau mendengar kata-kata. Bodoh dan bodohnya diriku ini hina betapa hinanya aku ini yang merasa sok ada sok AKU, Astaghfirullooh Ya Tuhan kami ampuni dosa-dosa kami dan pertemukanlah kami dgn bulan Ramadhan yang penuh keberkahan penuh RahmatMu.. Yaa Rosuul Tuntunlah kami jangan kau tinggalkan kami Yaa ghouts bimbinglah kami agar kami tidak terprosok dalam lembah kesesatan…sungguh betapa dhzolimnya diri ini..



Marhaban Yaa Ramadhan…saya atas nama Rina Agustina beserta keluarga memohon maaf lahir & batin kpd semua umat. Yaa Sayyidii Yaa Rosuulallooh…

By: Rina Agustina

Tidak ada komentar:

Posting Komentar