Tak mampu berkata selain butir-butir bening yang mengawali,
tak mampu menggapaimu, tak mampu aku berdiri teguh tuk menikmati keberkahanmu
berdiriku tertatih-tatih bahkan lumpuh mati tak bergerak
Kau memang begitu mulia hingga banyak orang menanti-nantimu namun
nyatanya tak sadar aku menantimu dalam keadaan yang tidak lebih baik, sekedar
menata hatipun aku tak mampu aku merasa sangat hina tuk menyambutmu yang begitu
suci nan mulia
Wahai Ramadhan disinipun merindumu rindu yang diiringi
tetes-tetes bening mengalir bagai gemertaknya hati membuncah diujung
pengharapan tuk rajut setiap keeping kalbu yang utuh menata hati terbimbang
terpendam merombak hati melangkah kaki menyambut Ramadhan Hadirmu bagai irama
kalbu nan bersenandung melodi-melodi cinta atas kemurahan hati sang maha
Pencipta
Denyut waktu terus melingkari hari denyut demi denyut kian
berlalu dipenghujung harapan ini aku berhasrat ingin berjumpa denganmu
melangkahkan kaki tuk segenap perbaiki hati dibulan keberkahan agar terantar
untuk berhijrah, namun aku hina aku sangat hina karena sesungguhnya aku ini
tiada tapi merasa sok ada. Aku ini sangat bodoh hingga aku menorehkan tinta tuk
sekedar berkata-kata yang tiada makna kata-kata di dunia ini sudah luber banyak
orang sibuk berkata-kata tanpa mau mendengar kata-kata. Bodoh dan bodohnya
diriku ini hina betapa hinanya aku ini yang merasa sok ada sok AKU,
Astaghfirullooh Ya Tuhan kami ampuni dosa-dosa kami dan pertemukanlah kami dgn
bulan Ramadhan yang penuh keberkahan penuh RahmatMu.. Yaa Rosuul Tuntunlah kami
jangan kau tinggalkan kami Yaa ghouts bimbinglah kami agar kami tidak terprosok
dalam lembah kesesatan…sungguh betapa dhzolimnya diri ini..
Marhaban Yaa Ramadhan…saya atas nama Rina Agustina beserta
keluarga memohon maaf lahir & batin kpd semua umat. Yaa Sayyidii Yaa
Rosuulallooh…
By: Rina Agustina
Tidak ada komentar:
Posting Komentar