Selasa, 30 Mei 2017

Biru Udara

Jeda mengangkasa pikirku hasrat ingin bersmamu
Tuk kau sanding dalam lembaran suciNya
Pikirku langit biru nampak indah bila diiringi putihnya awan
Cerah mempesona biru udara menyeruak raga
Seperti rasa ini cerah biru udara

Rasa yang tak seperti pasang surut air laut
Rasa yang tak biasa ku rasakan mendekap qalbu berudara
Rasa yang terbendung dalam jiwa yang membuncah
Meski tanpa harap tiada pernah padam layaknya api terguyur air
Sepi menekan mendesak lurus pohonan tak bergerak

Usai ku sadar dari lamunku
Aku kembali berkaca pada dindig-dinding buta tanpa celah
Pantaskah aku kau sanding?
Semakin hati bergetar diperas kegelisahan
Aku hanyalah rajutan pecahan-pecahan kaca busuk
Yang tak sebanding dengan birunya langit mulia
Aahh rasanya aku tak pantas mengharapkan hatimu

Diamku tak berarti tak peduli, diamku menjagamu
Namun diujung pengharapan ini
Izinkan aku tuk menjaga rasa ini meski tanpa harus kau tau
Aku bersimpuh diri memohon pada Illahi Robbi
Tuk sampaikan salamku semoga keRidhoanNya slalu sertaimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar