Jeda mengangkasa pikirku hasrat ingin bersmamu
Tuk kau sanding dalam lembaran suciNya
Pikirku langit biru nampak indah bila diiringi putihnya awan
Cerah mempesona biru udara menyeruak raga
Seperti rasa ini cerah biru udara
Rasa
yang tak seperti pasang surut air laut
Rasa
yang tak biasa ku rasakan mendekap qalbu berudara
Rasa
yang terbendung dalam jiwa yang membuncah
Meski
tanpa harap tiada pernah padam layaknya api terguyur air
Sepi
menekan mendesak lurus pohonan tak bergerak
Usai ku sadar dari lamunku
Aku kembali berkaca pada dindig-dinding buta tanpa celah
Pantaskah aku kau sanding?
Semakin hati bergetar diperas kegelisahan
Aku hanyalah rajutan pecahan-pecahan kaca busuk
Yang tak sebanding dengan birunya langit mulia
Aahh rasanya aku tak pantas mengharapkan hatimu
Diamku
tak berarti tak peduli, diamku menjagamu
Namun
diujung pengharapan ini
Izinkan
aku tuk menjaga rasa ini meski tanpa harus kau tau
Aku
bersimpuh diri memohon pada Illahi Robbi
Tuk
sampaikan salamku semoga keRidhoanNya slalu sertaimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar