Jantungku semakin
kencang tegas melangkah
Qalbu dan jiwa semakin
teratur mengiringi tetes kerinduan
Dari jauh sudah
tercium wanginya
Semerbak bagai
harumnya rembulan
Redakan jiwa yang kian
gelisah
Menanti kehadirannya
Langkah demi langkah
Semakin dekat denganmu
Lalu jiwa yang pucat
ketakutan ataukah
Jiwa yang berjalan
dengan keridhoan-Mu
Akankah sadar jiwa
sekedar jalan ditempat
Tak kunjung bertuah
lebih baik
Tanpa sadar maut
semakin mendekat
Sebelum nasi menjadi
bubur
Marilah sambut
romadhon
Dengan segenap
kerinduan keikhlasan hati
Mengharap Ridho illahi
Marhaban Yaa Romadhon
Tidak ada komentar:
Posting Komentar