Selasa, 07 Juni 2016

Pengembangan Prinsip Kurikulum

      Pengembangan Kurikulum



Dosen Pengampu:

Abdullah Hadziq, M. Pd. I
Disusun Oleh:
Rina Agustina       (143111240)


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

SURAKARTA
   2016




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kurikulum merupakan seperangkat rancangan pendidikan yang berisi pengalaman belajar yang diberikan pada siswa disuatu sekolah. Rancangan ini disusun dengan maksud memberikan pedoman kepada para pelaksana pada lembaga pendidikan dalam prose belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh siswa, keluarga, maupun masyarakat. Untuk melaksanakan dan menguji kehandalan suatu kurikulum biasanya dilakukan dikelas, bisa juga diluar kelas, implementasi dan aspek-aspek kurikulum lebih banyak tergantung pada guru, disamping memerlukan pihak lain.
Oleh karena guru adalah pemegang kunci laksana dan keberhasilan kurikulum yang sesungguhnya dalam proses pembelajaran ada beberapa prinsip dan pendekatan dalam pengembangan kurikulum, yang sebaiknya diikuti oleh para pengembag, sehingga kurikulum yang dihasilkan akan dapat memenuhi harapan banyak pihak.
A.    Rumusan Masalah
1.    Apa Pengertian Kurikulum?
2.    Apa saja Prinsip-Prinsip Kurikulum?
3.    Faktor Apa Saja yang Mempengaruhi Perkembangan Kurikulum?
4.    Apa Saja Model-model Pengembangan Kurikulum?
B.     Tujuan
1.    Makalah ini dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Analisis Kurikulum.
2.    Untuk Memahami Bagaimana itu Kurikulum.
3.    Agar Mendorong Mahasiswa Berfikir Kritis Terhadap Kurikulum.
4.    Memperluas Pengetahuan Mengenai Kurikulum
BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Pengembangan Kurikulum
Prinsip berarti dasar, asas, keyakinan, dan pendirian. Dari pengertian ini dapat tersirat makna bahwa kata prinsip menujuk pada suatu hal yang sangat penting, mendasar, harus diperhatikan, memiliki sifat mengatur dan mengarahkan, serta sesuatu yang biasanya selalu ada atau terjadi pada situasi dan kondisi yang serupa. Prinsip juga mencerminkan hakikat yang dikandung oleh sesuatu baik dalam dimensi proses maupun dimensi hasil, dan bersifat memberikan rambu-rambu atau aturan main yang diikuti untuk mencapai tujuan secara benar.
Esensi dan pengembangan kurikulum adalah proses identifikasi, analisis, evaluasi, pengambilan keputusan, dan kreasi elemen-elemen kurikulum prinsip-prinsip pengembangan kurikulum menunjukkan pada suatu pengembangan tentang berbagai hal yang harus dijadikan patokan dalam menentukan berbagai hal yang terkait dengan pembangunan kurikulum, terutama dalam fase perencanaan kurikulum, prinsip-prinsip tersebut menggambarkan ciri dari hakikat kurikulum itu sendiri.[1]

B.       Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum
1.      Prinsip-prinsip umum
Prinsip umum pengembangan kurikulum ini meliputi beberapa prinsip, yaitu:
a.      Prinsip Relevansi
Menurut Sukmadinata dalam Zaini ada dua relevansi yang harus dimilki kurikulum, yaitu relevansi kedalam dan keluar.[2] Relevansi ke luar antara lain tujuan, isi, dan proses belajar yang tercakup dalam kurikulum hendaknya relevan dengan tuntutan, kebutuhan, dan perkembangan masyarakat. Kurikulum menyiapkan siswa untuk bisa hidup dan bekerja dalam masyarakat serta menyiapkan anak untuk kehidupannya sekarang dan yang akan datang. Kemudian juga ada relevansi kedalam, yaitu ada kesesuaian atau konsistensi anatara komponene-komponen kurikulum, yaitu anatara tujuan, isi, proses penyempaian, dan penilaian. Serta menunjukkan suatu keterpaduan kurikulum.
b.      Prinsip Fleksibilitas
Kurikulum hendaknya memiliki sifat lentur atau fleksibel. Kurikulum mempersiapkan anak untuk kehidupan sekarang dan yang akan datang. Kurikulum berisi hal-hal yang solid dan juga pelaksanaannya memungkinkan terjadinya kesesuaian berdasarkan kodisis daerah, waktu maupun kemampuan, latar belakang anak.[3]

c.       Prinsip Kontinuitas
Prinsip ini juga disebut kesimbungan. Yaitu dalam pelaksanaannya perkembangan dan proses belajar anak berlangsung secara berkesimbungan, tidak terputus-putus. Misalnya berkesinambungan antar satu tingkat kelas, dengan kelas lainnya, antar satu jenjang pendidikan satu dan jenjang lainnya.
d.      Prinsip Praktis
Prinsip ini juga disebut prinsip efisiensi. Prinsip ini artinya mudah dilaksanakan, menggunakan alat-alat sederhana dan biaya yang murah. Selain bagus dan idealnya kurikulum tetapi juga harus praktis dan mudah untuk dilaksanakan.[4]


e.       Prinsip Efektivitas
Kurikulum tersebut harus murah, sederhana, dan murah tetapi keberhasilannya tetap harus diperhatikan. Keberhasilan peleaksanaan kurikulum ini baik secara kuantitas maupun kualitas. Dan keberhasilan kurikulum akan mempengaruhi keberhasilan pendidikan.
f.       Prinsip Integrasi
Menurut Arifin(2011: 34) kurikulum harus dikembangkan berdasarkan suatu keseluruhan atau kesatuan yang bermakna dan berstruktur. Bermakna maksudnya adalah suatu keseluruhan itu memilki arti, nilai, manfaat, atau faedah. Implikasinya adalah para pembimbing harus memperhatikan dan mengusahakan agar pendidikan dapat menghasilkan pribadi-pribadi yang unggul.
g.      Prinsip Objektivitas
Menurut Arifin(2011: 35) kurikulum harus dikembangkan dengan mengusahakan agar semua kegiatan pendidikan dilakukan dengan tatanan kebenaran ilmiah serta mengesampingkan pengaruh- pengaruh subjektivitas, emosional, dan irasional.[5]

2.      Prinsip-prinsip khusus
Sukmadinata(1997: 152) menyebutkan ada beberapa prinsip khusus dalam pengembangan kurikulum, antara lain
a.       Prinsip yang berkenaan dengan tujuan pendidikan
b.      Prinsip yang berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan
c.       Prinsip yang berkenaan dengan metode belajar mengajar
d.      Prinsip yang berkenaan dengan pemilihan media dan alat pengajaran
e.       Prinsip yang berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian(evaluasi)




C.      Faktor- faktor Pengembangan Kurikulum
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kurikulum adalah sebagai berikut.[6]
1.      Perguruan Tinggi
Kurikulum minimal mendapat dua pengaruh dari perguruan tinggi. Pertama, dari pengembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang dikembangkan di perguruan tinggi umum. Kedua, dari pengembangan ilmu pendidikan dan keguruan serta penyiapan guru-guru di lembaga pendidikan tenaga kependidikan, melalui penguasaan ilmu dan kemampuan keguruan dari guru-guru yang dihasilkannya. Kemampuan guru-guru akan sangat mempengaruhi pengembangan dan implementasi kurikulum di sekolah.
2.      Masyarakat
Sekolah merupakan bagian dari masyarakat dan mempersiapkan anak untuk kehidupan di masyarakat. Dan sebagai agen dari masyarakat yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat. Isi kurikulum hendaknya mencerminkan kondisi  dan dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat di sekitarnya. Masyarakat yang ada disekitar sekolah mungkin merupakan masyarakat homogen, atau heterogen, masyarakat desa atau kota, dan sebagainya. Perkembangan dunia usaha yang ada di masyakar mempengaruhi perkembangan kurikulum sebab sekolah bukan hanya mempersiapkan anak untuk hidup, tetapi juga untuk bekerja dan berusaha.
3.      Sistem Nilai
Kehidupan masyarakat didalamnya terdapat nilai, baik nilai moral, keagamaan, sosial, budaya maupun nilai politis. Sekolah sebagai lembaga masyarakat juga bertanggung jawab dalam pemeliharaan dan penerusan nilai-nilai. Sistem nilai yang akan dipeliharta dan diteruskan tersebut harus diintegrasikan dalam kurikulum. Dalam masyarakat juga terdapat aspek-aspek sosial, ekonomi, polotik, fisik, estetika, etika, religius, dan sebagainya.[7]
D.      Model-Model Pengembangan Kurikulum
1.      Admistrative Model
Model pengembangan kurikulum ini merupakan model paling lama dan paling banyak dikenal. Diberi nama model administratif atau line staff karena inisiatif dan gagasan pengembangan datang dari para administrator pendidikan dan menggunakan prosedur administrasi.[8]
2.      Grass Root Model
Model pengembangan ini merupakan lawan dari model pertama. Inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum, bukan datang dari atas tetapi dari bawah, yaitu guru-guru atau sekolah. Diberi nama Grass root karena inisiatif dan gagasan pengembangan kurikulum datang dari seorang guru sekelompok guru atau keseluruhan guru di suatu sekolah.
3.      Demonstration
Model ini dikembangkan untuk memperkenalkan suatu inovasi kurikulum dalam skala kecil, Dalam pelaksanaannya model ini menurut sejumlah guru dalam salah satu sekolah untuk mengorganisasikan dirinya dalam memperbarui kurikulum. Menurut Smith, Stanley, dan Shores, model demonstrasi terbagi menjadi dua bentuk yaitu Formal dan kurang formal.[9]
4.      Beauchamp’s System Model
Sistem yang diformulasikan oleh G.A. Beauchamp (1975) dalam bukunya curriculum theory, mengemukakan adanya lima langkah kritis dalam pengambilan keputusan pengembangan kurikulum;
a.       Menentukan arena pengembangan kurikulum
b.      Memilih dan mengikut sertakan pengembangan kurikulum
c.       Pengorganisasian dan penentuan prosedur perencanaan kurikulum.
d.      Pelaksanaan kurikulum secara sistematis
e.       Evaluasi kurikulum
5.      Taba’s Inverted Model
Model ini merupakan cara yang lazim ditempuh secara deduktif sehingga model ini sifatnya lebih induktif. Model ini dimulai dengan melaksanakan eksperimen, diteorikan, kemudian diimplementasikan
6.      Roger’s Interpersonal relation Model
Model ini berasal dari seorang psikolog Carl Rogers. Dia berasumsi bahwa kurikulum diperlukan dalam rangka mengembangkan individu yang terbuka, luwes, dan adaptif terhadap situasi perubahan
7.      The Systematic Action Research Model
Tiga faktor utama yang dijadikan bahan pertimbangan dalam model ini adalah adanya hubungan antar manusia, organisasi, sekolah, dan masyarakat, serta otoritas ilmu[10]
8.      Emerging Technical Model
Model teknologis ini terdiri atas tiga variasi model yaitu model analisis tingkah laku, model analisis sistem, model berdasarkan komputer













BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
1.      pengembangan kurikulum adalah proses identifikasi, analisis, evaluasi, pengambilan keputusan, dan kreasi elemen-elemen kurikulum prinsip-prinsip pengembangan kurikulum menunjukkan pada suatu pengembangan tentang berbagai hal yang harus dijadikan patokan dalam menentukan berbagai hal yang terkait dengan pembangunan kurikulum, terutama dalam fase perencanaan kurikulum, prinsip-prinsip tersebut menggambarkan ciri dari hakikat kurikulum itu sendiri.
2.      Terdapat dua macam prinsip kurikulum yaitu prinsip umum dan prinsip khusus, Prinsip umum terdiri atas: Prinsip Relevansi, prinsip Fleksibilitas, prinsip kontinuitas, prinsip efisiensi, prinsip efektifitas. Sedangkan Prinsip khususnya terdiri dari:
a.       Prinsip yang berkenaan dengan tujuan pendidikan
b.      Prinsip yang berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan
c.       Prinsip yang berkenaan dengan metode belajar mengajar
d.      Prinsip yang berkenaan dengan pemilihan media dan alat pengajaran
e.       Prinsip yang berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian(evaluasi)
3.      Faktor yang mempengaruhi perkembangan kurikulum yaitu: Perguruan tinggi, masyarakat, sistem nilai
4.      Macam model-model pengembangan kurikulum: Administrative model, grass Roots model, Beauchamp’s model, thaba’s interved model, Roger’s Interpersonal relation Model, Systematic action-research model, emerging technical model

Daftar Pustaka


Arifin, Zainal. 2011. Kosnep dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Muhammad, Zaini. 2009. Pengembangan Kurikulum Konsep Implementasi Evaluasi dan Inovasi. Yogyakarta: Teras
Nasution. 2006. Kurikulum dan Pengajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara
Sanjaya, Wina. 2010. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Kencana          Prenada Media group
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2005. Pengembangan Kurikulum teori dan Praktek. Bandung : PT Remaja Rosdakarya













[1] Tim Pengembangan MKDP, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: Rajawali Press), hlm.64
[2] Muhammad Zaini, Pengembagan Kurikulum Konsep Implementasi Evaluasi dan Inovasi, (Yogyakarta: Teras, 2009), hlm. 108.
[3] Nana Syaodih Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek, (Bandung: PT  Remaja Rosdakarya, 1997), hlm. 151
[4] Zainal arifin, Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011) hlm. 32
[5] Zainal Arifin...hlm. 35
[6] Nana Syaodih sukmadinata, Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011), hlm.158
[7] Ibid. Hlm. 160
[8] Wina sanjaya. Kurikulum dan Pembelajaran. (Jakarta: Kencana Prenada Media group) hlm.97
[9] Nana Syaodih Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek, (Bandung: PT  Remaja Rosdakarya, 1997), hlm. 163
[10] Ibid. Hlm. 169

Tidak ada komentar:

Posting Komentar