Pengembangan Kurikulum
Dosen Pengampu:
Abdullah Hadziq, M. Pd. I
Disusun Oleh:
Disusun Oleh:
Rina Agustina (143111240)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
SURAKARTA
2016
2016
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Kurikulum
merupakan seperangkat rancangan pendidikan yang berisi pengalaman belajar yang
diberikan pada siswa disuatu sekolah. Rancangan ini disusun dengan maksud
memberikan pedoman kepada para pelaksana pada lembaga pendidikan dalam prose
belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh siswa,
keluarga, maupun masyarakat. Untuk melaksanakan dan menguji kehandalan suatu
kurikulum biasanya dilakukan dikelas, bisa juga diluar kelas, implementasi dan
aspek-aspek kurikulum lebih banyak tergantung pada guru, disamping memerlukan
pihak lain.
Oleh karena
guru adalah pemegang kunci laksana dan keberhasilan kurikulum yang sesungguhnya
dalam proses pembelajaran ada beberapa prinsip dan pendekatan dalam
pengembangan kurikulum, yang sebaiknya diikuti oleh para pengembag, sehingga
kurikulum yang dihasilkan akan dapat memenuhi harapan banyak pihak.
A.
Rumusan
Masalah
1.
Apa Pengertian Kurikulum?
2.
Apa saja Prinsip-Prinsip Kurikulum?
3.
Faktor Apa Saja yang Mempengaruhi Perkembangan
Kurikulum?
4.
Apa Saja Model-model Pengembangan Kurikulum?
B.
Tujuan
1.
Makalah ini dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata
Kuliah Analisis Kurikulum.
2.
Untuk Memahami Bagaimana itu Kurikulum.
3.
Agar Mendorong Mahasiswa Berfikir Kritis
Terhadap Kurikulum.
4.
Memperluas Pengetahuan Mengenai Kurikulum
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pengembangan
Kurikulum
Prinsip berarti dasar, asas, keyakinan, dan
pendirian. Dari pengertian ini dapat tersirat makna bahwa kata prinsip menujuk
pada suatu hal yang sangat penting, mendasar, harus diperhatikan, memiliki
sifat mengatur dan mengarahkan, serta sesuatu yang biasanya selalu ada atau
terjadi pada situasi dan kondisi yang serupa. Prinsip juga mencerminkan hakikat
yang dikandung oleh sesuatu baik dalam dimensi proses maupun dimensi hasil, dan
bersifat memberikan rambu-rambu atau aturan main yang diikuti untuk mencapai
tujuan secara benar.
Esensi dan pengembangan kurikulum adalah
proses identifikasi, analisis, evaluasi, pengambilan keputusan, dan kreasi
elemen-elemen kurikulum prinsip-prinsip pengembangan kurikulum menunjukkan pada
suatu pengembangan tentang berbagai hal yang harus dijadikan patokan dalam
menentukan berbagai hal yang terkait dengan pembangunan kurikulum, terutama
dalam fase perencanaan kurikulum, prinsip-prinsip tersebut menggambarkan ciri
dari hakikat kurikulum itu sendiri.[1]
B. Prinsip-prinsip
Pengembangan Kurikulum
1. Prinsip-prinsip umum
Prinsip umum pengembangan kurikulum ini
meliputi beberapa prinsip, yaitu:
a. Prinsip Relevansi
Menurut Sukmadinata
dalam Zaini ada dua relevansi yang harus dimilki kurikulum, yaitu relevansi
kedalam dan keluar.[2]
Relevansi ke luar antara lain tujuan, isi, dan proses belajar yang tercakup dalam
kurikulum hendaknya relevan dengan tuntutan, kebutuhan, dan perkembangan
masyarakat. Kurikulum menyiapkan siswa untuk bisa hidup dan bekerja dalam
masyarakat serta menyiapkan anak untuk kehidupannya sekarang dan yang akan
datang. Kemudian juga ada relevansi kedalam, yaitu ada kesesuaian atau
konsistensi anatara komponene-komponen kurikulum, yaitu anatara tujuan, isi,
proses penyempaian, dan penilaian. Serta menunjukkan suatu keterpaduan kurikulum.
b. Prinsip Fleksibilitas
Kurikulum hendaknya
memiliki sifat lentur atau fleksibel. Kurikulum mempersiapkan anak untuk
kehidupan sekarang dan yang akan datang. Kurikulum berisi hal-hal yang solid
dan juga pelaksanaannya memungkinkan terjadinya kesesuaian berdasarkan kodisis
daerah, waktu maupun kemampuan, latar belakang anak.[3]
c. Prinsip Kontinuitas
Prinsip ini juga
disebut kesimbungan. Yaitu dalam pelaksanaannya perkembangan dan proses belajar
anak berlangsung secara berkesimbungan, tidak terputus-putus. Misalnya
berkesinambungan antar satu tingkat kelas, dengan kelas lainnya, antar satu
jenjang pendidikan satu dan jenjang lainnya.
d. Prinsip Praktis
Prinsip ini juga
disebut prinsip efisiensi. Prinsip ini artinya mudah dilaksanakan, menggunakan
alat-alat sederhana dan biaya yang murah. Selain bagus dan idealnya kurikulum
tetapi juga harus praktis dan mudah untuk dilaksanakan.[4]
e. Prinsip Efektivitas
Kurikulum tersebut
harus murah, sederhana, dan murah tetapi keberhasilannya tetap harus
diperhatikan. Keberhasilan peleaksanaan kurikulum ini baik secara kuantitas
maupun kualitas. Dan keberhasilan kurikulum akan mempengaruhi keberhasilan
pendidikan.
f. Prinsip Integrasi
Menurut Arifin(2011:
34) kurikulum harus dikembangkan berdasarkan suatu keseluruhan atau kesatuan
yang bermakna dan berstruktur. Bermakna maksudnya adalah suatu keseluruhan itu
memilki arti, nilai, manfaat, atau faedah. Implikasinya adalah para pembimbing harus
memperhatikan dan mengusahakan agar pendidikan dapat menghasilkan
pribadi-pribadi yang unggul.
g. Prinsip Objektivitas
Menurut Arifin(2011:
35) kurikulum harus dikembangkan dengan mengusahakan agar semua kegiatan
pendidikan dilakukan dengan tatanan kebenaran ilmiah serta mengesampingkan
pengaruh- pengaruh subjektivitas, emosional, dan irasional.[5]
2. Prinsip-prinsip khusus
Sukmadinata(1997: 152) menyebutkan ada beberapa prinsip
khusus dalam pengembangan kurikulum, antara lain
a.
Prinsip yang berkenaan
dengan tujuan pendidikan
b.
Prinsip yang berkenaan
dengan pemilihan isi pendidikan
c.
Prinsip yang berkenaan
dengan metode belajar mengajar
d.
Prinsip yang berkenaan
dengan pemilihan media dan alat pengajaran
e.
Prinsip yang berkenaan
dengan pemilihan kegiatan penilaian(evaluasi)
C. Faktor- faktor
Pengembangan Kurikulum
Faktor-faktor yang
dapat mempengaruhi kurikulum adalah sebagai berikut.[6]
1. Perguruan Tinggi
Kurikulum minimal
mendapat dua pengaruh dari perguruan tinggi. Pertama, dari pengembangan ilmu
pengetahuan dan tekhnologi yang dikembangkan di perguruan tinggi umum. Kedua,
dari pengembangan ilmu pendidikan dan keguruan serta penyiapan guru-guru di lembaga
pendidikan tenaga kependidikan, melalui penguasaan ilmu dan kemampuan keguruan
dari guru-guru yang dihasilkannya. Kemampuan guru-guru akan sangat mempengaruhi
pengembangan dan implementasi kurikulum di sekolah.
2. Masyarakat
Sekolah merupakan
bagian dari masyarakat dan mempersiapkan anak untuk kehidupan di masyarakat.
Dan sebagai agen dari masyarakat yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan
masyarakat. Isi kurikulum hendaknya mencerminkan kondisi dan dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan
masyarakat di sekitarnya. Masyarakat yang ada disekitar sekolah mungkin
merupakan masyarakat homogen, atau heterogen, masyarakat desa atau kota, dan
sebagainya. Perkembangan dunia usaha yang ada di masyakar mempengaruhi
perkembangan kurikulum sebab sekolah bukan hanya mempersiapkan anak untuk
hidup, tetapi juga untuk bekerja dan berusaha.
3. Sistem Nilai
Kehidupan
masyarakat didalamnya terdapat nilai, baik nilai moral, keagamaan, sosial,
budaya maupun nilai politis. Sekolah sebagai lembaga masyarakat juga
bertanggung jawab dalam pemeliharaan dan penerusan nilai-nilai. Sistem nilai
yang akan dipeliharta dan diteruskan tersebut harus diintegrasikan dalam
kurikulum. Dalam masyarakat juga terdapat aspek-aspek sosial, ekonomi, polotik,
fisik, estetika, etika, religius, dan sebagainya.[7]
D. Model-Model Pengembangan
Kurikulum
1.
Admistrative
Model
Model pengembangan kurikulum ini merupakan model paling lama
dan paling banyak dikenal. Diberi nama model administratif atau line staff
karena inisiatif dan gagasan pengembangan datang dari para administrator
pendidikan dan menggunakan prosedur administrasi.[8]
2.
Grass
Root Model
Model pengembangan ini merupakan lawan dari model pertama.
Inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum, bukan datang dari atas tetapi dari
bawah, yaitu guru-guru atau sekolah. Diberi nama Grass root karena inisiatif
dan gagasan pengembangan kurikulum datang dari seorang guru sekelompok guru
atau keseluruhan guru di suatu sekolah.
3.
Demonstration
Model ini dikembangkan untuk memperkenalkan suatu inovasi
kurikulum dalam skala kecil, Dalam pelaksanaannya model ini menurut sejumlah
guru dalam salah satu sekolah untuk mengorganisasikan dirinya dalam memperbarui
kurikulum. Menurut Smith, Stanley, dan Shores, model demonstrasi terbagi
menjadi dua bentuk yaitu Formal dan kurang formal.[9]
4.
Beauchamp’s System
Model
Sistem yang diformulasikan oleh G.A. Beauchamp (1975) dalam
bukunya curriculum theory, mengemukakan adanya lima langkah kritis dalam
pengambilan keputusan pengembangan kurikulum;
a.
Menentukan arena
pengembangan kurikulum
b.
Memilih dan mengikut
sertakan pengembangan kurikulum
c.
Pengorganisasian dan
penentuan prosedur perencanaan kurikulum.
d.
Pelaksanaan kurikulum
secara sistematis
e.
Evaluasi kurikulum
5.
Taba’s Inverted
Model
Model ini merupakan cara yang lazim ditempuh secara deduktif
sehingga model ini sifatnya lebih induktif. Model ini dimulai dengan
melaksanakan eksperimen, diteorikan, kemudian diimplementasikan
6.
Roger’s
Interpersonal relation Model
Model ini berasal dari seorang psikolog Carl Rogers. Dia
berasumsi bahwa kurikulum diperlukan dalam rangka mengembangkan individu yang
terbuka, luwes, dan adaptif terhadap situasi perubahan
7.
The Systematic
Action Research Model
Tiga faktor utama yang dijadikan bahan pertimbangan dalam
model ini adalah adanya hubungan antar manusia, organisasi, sekolah, dan
masyarakat, serta otoritas ilmu[10]
8.
Emerging Technical
Model
Model teknologis ini terdiri atas tiga variasi model yaitu
model analisis tingkah laku, model analisis sistem, model berdasarkan komputer
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
1.
pengembangan kurikulum adalah proses identifikasi, analisis, evaluasi,
pengambilan keputusan, dan kreasi elemen-elemen kurikulum prinsip-prinsip
pengembangan kurikulum menunjukkan pada suatu pengembangan tentang berbagai hal
yang harus dijadikan patokan dalam menentukan berbagai hal yang terkait dengan
pembangunan kurikulum, terutama dalam fase perencanaan kurikulum,
prinsip-prinsip tersebut menggambarkan ciri dari hakikat kurikulum itu sendiri.
2.
Terdapat dua macam prinsip
kurikulum yaitu prinsip umum dan prinsip khusus, Prinsip umum terdiri atas:
Prinsip Relevansi, prinsip Fleksibilitas, prinsip kontinuitas, prinsip
efisiensi, prinsip efektifitas. Sedangkan Prinsip khususnya terdiri dari:
a.
Prinsip yang berkenaan
dengan tujuan pendidikan
b.
Prinsip yang berkenaan
dengan pemilihan isi pendidikan
c.
Prinsip yang berkenaan
dengan metode belajar mengajar
d.
Prinsip yang berkenaan
dengan pemilihan media dan alat pengajaran
e.
Prinsip yang berkenaan
dengan pemilihan kegiatan penilaian(evaluasi)
3.
Faktor yang mempengaruhi
perkembangan kurikulum yaitu: Perguruan tinggi, masyarakat, sistem nilai
4.
Macam model-model pengembangan
kurikulum: Administrative model, grass Roots model, Beauchamp’s model, thaba’s
interved model, Roger’s Interpersonal relation Model, Systematic
action-research model, emerging technical model
Daftar Pustaka
Arifin, Zainal.
2011. Kosnep dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya
Muhammad, Zaini.
2009. Pengembangan Kurikulum Konsep Implementasi Evaluasi dan Inovasi. Yogyakarta:
Teras
Nasution. 2006. Kurikulum
dan Pengajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara
Sanjaya, Wina. 2010. Kurikulum dan
Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media group
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2005. Pengembangan Kurikulum
teori dan Praktek. Bandung : PT Remaja
Rosdakarya
[1] Tim Pengembangan MKDP, Kurikulum
dan Pembelajaran, (Jakarta: Rajawali Press), hlm.64
[2] Muhammad Zaini, Pengembagan Kurikulum Konsep Implementasi
Evaluasi dan Inovasi, (Yogyakarta: Teras, 2009), hlm. 108.
[3] Nana Syaodih Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek,
(Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1997),
hlm. 151
[4] Zainal arifin, Konsep
dan Model Pengembangan Kurikulum, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011)
hlm. 32
[5] Zainal Arifin...hlm. 35
[6] Nana Syaodih sukmadinata,
Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2011), hlm.158
[7] Ibid. Hlm. 160
[8] Wina sanjaya. Kurikulum dan Pembelajaran.
(Jakarta: Kencana Prenada Media group) hlm.97
[9] Nana Syaodih Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek,
(Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1997),
hlm. 163
[10]
Ibid. Hlm. 169
Tidak ada komentar:
Posting Komentar